Kamis, 15 April 2010

Makna di balik kata-kata

Kamis, 15 April 2010
Saya mau curhat ni...

Saya punya beberapa sahabat, dan sahabat saya ini punya teman, sebut saja A. Nah, beberapa hari ini saya ma si A sering komen-komenan foto, status, sama wall di facebook. Saya emang udah kenal lama sih sama dia, tapi baru akhir-akhir ini komen-komenan di facebook. Nah, suatu hari, dia wall saya kayak gini:

Vita... Kamu tu ngonek e pekok terus igk. Itu caramu guyon apa pie? Aku ndak biasa..

Loh loh loh. Saya kaget. Lalu saya flashback, saya emang beberapa kali bilang pekok ke dia . Saya salah ya..??  Saya kira, pekok adalah suatu kata yang sangat ‘mendunia’.  Teman-teman sekolah saya sudah sangat terbiasa menggunakan kata pekok.  It makes me think quiet hard . Dalam dunia SMA saya, kata pekok biasa digunakan untuk menimpali guyonan atau sesuatu yang bodoh.  Saya ingat, waktu saya lagi cerita yang lucu, teman saya,Shani, selalu mengakhiri ketawanya dengan kata-kata “Pekok ah!”. Lalu si  Gea, sering banget bilang, “Hahahaha, pekok ah vit!”, dengan suara kecempreng-cemprengannya.  Atau ketika saya mengatakan hal-hal yang gak nyambung, Anes  selalu berkata dengan muka dan suara yang super-duper-datar, “Kwe ndak pekok,Vit?”.  Atau bahkan, saya sering bilang, “Aaaah! Aku pekok banget!”, dan selalu ditimpali sama teman-teman saya dengan kata “Emang!”.

Saya masih menelaah dimana sebenarnya letak keburukan dalam kata pekok, yang entah bagaimana tidak saya temukan, tapi sudah membuat teman saya tersinggung .  Saya sampai berhasrat untuk mencari makna kata pekok di Ensiklopedi.  Buat yang belum tahu, pekok itu sama artinya dengan bodoh, atau kalo bahasanya anak muda : geblek. Dan menurut saya, pekok itu termasuk kosakata yang 'sangat halus' dalam kamus Bahasa Gaul Anak Remaja.  Saya nggak separah teman-teman cowok saya, yang bisa saling mengatai bajigur,dbs , dan mereka menganggap itu cuma sebagai penambah-keakraban-antar-teman (istilah yang saya kutip dari teman cowok saya). Toh setiap saya bilang kata pekok ke A, saya selalu menambahi kata-kata wkwkwk, untuk menunjukkan that it just a joke. Saya gak pernah mengatai, “Pekok banget kamu! “ atau “Idiot! Pekok!” atau “Dasar pekok! Gitu aja gak bisa!”. Saya selalu bilang, “Pekok ah,wakakaka”.  

Saya salah ya..??

Dan akhirnya saya sampai pada kesimpulan ini. Gak semua orang bisa menangkap jokes yang kita sampaikan.  Mungkin dia dibesarkan di rumah yang menganggap guyonan macam itu adalah tabu. Atau emang budaya di sekolahnya dan di sekolah saya benar-benar berbeda.  Atau mungkin, dia punya trauma mendalam yang ada sangkut-paut dengan kata pekok. Barangkali waktu dia kecil, dia pernah mangatai preman-preman pasar dengan kata pekok, lalu dia dihajar massa. Who knows?

Yang jelas, saya belajar untuk berhati-hati dalam berbicara dengan orang lain. Saya menghargai  pendapat dia yang tidak suka dengan kata-kata pekok, and I’m really sorry, meskipun hal ini tidak akan menghentikan saya berkata pekok kepada Shani, Gea, Anes, atau teman-teman saya yang lain.  Dan saya minta maaf kepada teman-teman blogger, yang barangkali  ada yang merasa tersinggung dengan postingan-postingan saya  (semoga saja tidak ada).  But, if there is, i’m so so sorry. It’s just a joke, and I never mean to hurt anyone.

Regards,
Vita

15 komentar:

edo belva mengatakan...

yah,,,orang tu beda2 nak...
coba telaah lagi apa yang telah kamu lakukan ...

viita mengatakan...

gak ngapa-ngapain og... cuma guyon biasa...

merry go round mengatakan...

Viit...maap nih...pekok itu apa sih? Aku tak mengerti :(

Nadia Azka mengatakan...

ya ampun mbak. kelasku malah sukanya ngomong "bitch, slutt, loser" . hahaha berarti kita harus hati-hati ya dengan siapa kita bicara.

Rayna mengatakan...

gapapa al semua orang punya titik balik .
semakin menyakitkan semakin bagus jadinya kamu nanti .
pelan2 kita pasti ngerti apa yg sebaiknya dilalukan dan apa yg enggak :)

Viita mengatakan...

@merry: pekok itu artinya bodoh kak... :)

@nadia: tuuuh kan, malah ada yang jauh lebih parah dari kata pekok :(

@rayna: hmmm... gitu ya ren?? aku sih juga menghibur diri dengan kalimat2 macam itu, tapi tetep aja kepikiran..:(
kamu tau gak,siapa orang yang aku maksud??

fanny mengatakan...

tul, kadang2 jokes kita sering disalahartikan orang lain. makanya harus hati2 ya.

andi and riesta mengatakan...

Yaa,,memang cara bcanda kita tuh gak bsa diterima sama ma org lain..yg menurut kita baek blum tentu org laen menerima baek jga..

Viita mengatakan...

@fanny: iya, sekarang lebih hati-hati lagi ngomongnya :)

@andi and riesta: hmm, bner juga..

umur mengatakan...

thanks... saya akir-akir ini komen2an sma temen di fb... karena saya bukan orang jawa saya dibegoin sama temen. dia bilang kamu pekok, saya dan si A pekok aja, dan si B pekok banget... dia bilang artinya ganteng -__-" gw ketipu, pekok!

Alvita Rd mengatakan...

@umur: hehehehe, sabar yaaah :D

super.pekok mengatakan...

pekok is life.. pekok not shame.. i really enjoy being pekok... :D

em mengatakan...

Aku biasa ama temen kelas malah bilang "jancuk" disela-sela ketawa-ketiwi, :)

Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Anonim mengatakan...

Kalo di daerah saya kata pekok itu artiya pemarah, semaunya sendiri ataupun gampang tersinggung bisa juga orang yang gampang ngambekk.....

Posting Komentar

 
Tauk- Ah - Gelap © 2008. Design by Pocket