Jumat, 30 April 2010

Apa kamu siap mati?

Jumat, 30 April 2010


Kematian itu deket ya… Dia mengiringimu di setiap jejak-jejakmu. Dia bersembunyi di balik selimutmu, menunggu waktu yang tepat untuk mengembalikanmu ke Yang Maha Memiliki. Sedekat itukah kita dengan kematian?

Dulu waktu aku kecil, kematian rasanya seuatu yang jauuuuh sekali. Aku beranggapan kalau kematian tidak akan bisa melukai anak kecil. Mati itu untuk orang yang sudah gede, udah dewasa. Dan waktuku di dunia masih banyak.

Itu dulu. Sekarang, entah mengapa aku sering merasa takut kematian bisa menemukanku begitu cepat.. Bagaimana kalau aku mati besok? Bukan sesuatu yang mustahil, apalagi buat pengendara motor yang ugal-ugalan seperti aku Apa tabunganku sudah cukup untuk di akhirat? Berapa banyak orang yang akan merasa kehilangan aku? Hal apa saja yang akan aku lewatkan − prom night, ospek, apa lagi? Bagaimana kalau aku mati tanpa sempat minta maaf sama ayah ibuku, sama orang-orang yang pernah aku sakiti? Bagaimana kalau aku belum sempat bilang ke A kalau aku sayang banget sama dia dan minta maaf sudah bertindak bodoh? Bagaimana dengan rencana-rencana yang sudah aku buat? Hang out sama sepupuku hari Minggu, pergi ke Gramedia jam 11 pagi, nonton Opera Van Java episode besok? Bagaimana dengan akun facebook dan blog-ku? Gimana kalau aku belum sempet blogwalking dan teman-teman blogger nganggep aku sombong? Gimana rasanya baca postingan, ide-ide, fantasi dari orang yang sudah gak ada?  Gimana rasanya semua itu?

Tuhan, aku belum siap mati...

6 komentar:

elok langita mengatakan...

inspiratif postigannyaa.. makshy iah udah ngingetin elok T.T love this blog

Viita mengatakan...

makasiiih, sebenernya aku juga ngingetin diriku sndiri,hehehe...

Rayna mengatakan...

'piye nek aku rak iso nonton opera van java sesok?'
tujuan idupmu mulia ya al :D menaikkan rating pertelevisian indonesia :D

cieee 'gimana kalo A ngga tau aku sayang ama dia?' cie cie sit suiiiiit :D

Awan mengatakan...

wahh.. suka ugal2an yah..??

tapi inget mati juga..

sipp..

salam kenal buu,,
aq follow yah..
ditunggu follow baliknya...

Viita mengatakan...

@rayna: wakakakaka,, tetep mikirin opera van java sampai kapanpun... :p

@awan: iya nih, hobi kebut-kebutan...hehehe

Asop mengatakan...

Siap ga siap harus mau mati kalo emang udah ditakdirkan saat itu juga. :)
Makanya jangan sia-siakan sedetik pun nyawa yang diberikan Tuhan ke kita. ^__^

Posting Komentar

 
Tauk- Ah - Gelap © 2008. Design by Pocket