Selasa, 08 September 2015

September (2)

Selasa, 08 September 2015


Sudah berapa lama sejak aku mengenalmu? Masih saja aku harus meraba-raba, mencoba menyelami isi kepalamu. Kau punya banyak kejutan kita berdua punya. Dan yang kupahami dari masa-masa itu adalah bagaimana takdir mempertemukan kita dua orang yang sangat mirip, tapi juga sangat berbeda.

Barangkali kita terlalu terburu-buru. Kita jatuh cinta dan berharap bahwa aku dan kamu adalah kunci akhir yang bahagia. Untuk dua orang yang cynical tentang cinta dan perasaan, mungkin hal tersebut dapat dipahami. We’re both just two broken people who try to repair each other, complete each other.

Namun, ada banyak hal yang tidak bisa kita perbaiki tak peduli seberapa besar perasaan kita, seberapa keras kita mencoba. Hidup mengalir di tepian takdir, sayang. Tak peduli seberapa besar usaha kita, kisah ini bukan kita yang menentukan. 

Cerita ini bukan milik kita.

Sama seperti hidup dan mati ini bukan milik kita. 

Entah mengapa memiliki pikiran seperti itu membuatku tenang.

Aku sudah berusaha sekuat yang aku bisa, dan aku pun tahu kamu juga begitu. Jika memang ini tak berhasil, ya sudah. Toh, aku dan kamu sama-sama meyakini bahwa Allah adalah sutradara terhebat. Ia menyimpan kisah terbaik untuk kita.  Dan dengan ini, tak ada yang perlu disesalkan.


Hey,

Ingat ketika kita berdua duduk di bangku kayu di sepanjang jalan GI? Kita duduk bersebelahan tak terlalu jauh, tak terlalu dekat memandang jalan di depan kita yang sedang dibongkar. Aku ingat betul, waktu itu, kita sedang menelusuri kisah-kisah kita di masa lalu, menekuri awal mula kita bersama, juga berbagi rahasia yang kita simpan rapat-rapat dari orang lain. 

Ingat ketika aku memandang matamu,  dan berkata, “I’m glad I met you.” ?
 
I really meant it.

And I know you meant it too, when you looked back at my eyes and said,

“Me, too.”


Rabu, 02 September 2015

September (1)

Rabu, 02 September 2015


Jika kamu ingin menyelami hatiku, kamu harus siap tenggelam.


Aku tidak bercanda. I meant those words I said. Kamu akan tenggelam. It will be a long and painful journey. I assure you, you will get tired. There are times when when you want to give up. Or you start imagine what your life will be if you were with simpler girl. Simpler and happier.

Even when you want to leave, even when this love you have tire you out, I will understand. I will not hold you back. Because I know how hard it is to love a girl who doesn't even love herself.

Tapi, jika kamu memang mencintaiku begitu dalam, mari tenggelam bersamaku. Mari berenang menuju dasar lautan, dimana kita akan menjadi buih - dan abadi.
 
Tauk- Ah - Gelap © 2008. Design by Pocket