Sabtu, 29 Agustus 2009

5cm

Sabtu, 29 Agustus 2009



Hari Jumat kemarin aku habis baca novel 5 cm.

Pertama-tama, ceritanya biasa saja sih, kurang greget. Dan juga, gaya penceritaannya kurang ‘matang’. Kadang kita susah menangkap apa yang dimaksudkan si pengarangnya. Ada beberapa jokes yang aslinya tuh lucu banget, kalau memang bener-bener dicerna, sayangnya aku males,hehe... Tapi setelah makin kebelakang, makin kebelakang, kok keren ya?? Ada banyaak banget pesan yang disampaikan buku ini; tentang mencintai ibu pertiwi ini, tentang jangan pernah menyerah dalam meraih cita-citamu, apa pun hambatannya. Banyak juga percakapan-percakapan cerdas yang terjadi antar tokoh.Hal yang aku suka dari buku ini, adalah sisipan kata-kata mutiara dan beberapa (banyak ding!) lirik lagu. Baca buku ini bikin aku berfikir,”Damn,this is really really me!” Jokes-jokesnya yang aneh, tapi kadang bikin ngakak-ngakak; lirik lagunya; sisipan quotes di setiap cerita; gue banget!

Ini quotes yang paling aku suka


“…Setiap kamu punya mimpi atau keinginan atau cita-cita, kamu taruh di sini, di depan kening kamu…jangan menempel. Biarkan…”
“Dia…
“Menggantung…”
“Mengambang…”
“5 centimeter…di depan kening kamu…”
“Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apa pun itu, segala kenginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri…”
“…Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung, mengambang di depan kening kamu. Dan…sehabis itu yang kamu perlu cuma…”
“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.”
“Lapiskan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja…”
“Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…”
“Serta mulut yang akan selalu berdoa…”
“Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi atau keinginan, bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi, keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapapun…Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya.”
“Percaya pada…5 centimeter di depan kening kamu.”



(bagian yang “….bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan.” Gosh, bener-bener nyindir aku TT...)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Tauk- Ah - Gelap © 2008. Design by Pocket